Terlalaikan Oleh Dunia
Label: dunia, Islam, TC2009 | di 23.37
Jadi ceritanya sepanjang perjalanan mau makan di tempat yg kian jauh
disana tadi bersama fitri, clara, uyunk, mbah, sama banat ada kalanya
setelah melewati suatu tempat kita jadi membicarakan tentang mafia.
Berdasarkan wikipedia, definisi mafia adalah :
Mafia, juga dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia: Hal Kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilia dan Amerika Serikat. Mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orang di Sisilia masuki pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim). Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir.
Dari
hasil diskusi tadi katanya di Indonesia ini ada juga mafia,
huwallahualam saya sendiri sih blm pernah ketemu, tapi abis baca "negeri
para bedebah" emang kayaknya gak menutup kemungkinan.
Terus aku tadi mengeluarkan pertanyaan retoris :
Ayu : mafia itu kira2 pengen apa ya kok sampai harus jd mafia gtu?
Clara : ya pengen punya banyak duit lah buk
Ayu : hmmmm... ya.. padahal hidup di dunia kan hanya sementara :)
Dan
kemudian sesampainya di kos, buka internet, iseng2 googling dan
menemukan blog itu lagi, blog yang akan selalu menginspirasi (menurut
aku) :)
dan terlihatlah puisi ini di blog tersebut, yang sekiranya cukup menjawab pembahasan di perjalanan tadi.
Jiwa yang dilalaikan dunia
Wahai diri yang dilalaikan dunia
Tak malukah dirimu dibalut dosa
yang tiap darinya diminta tanggung jawabnya
Apakah dirimu menganggap remeh belaka?
Tak malukan dirimu pada Rabb sang pencipta
Pencipta langit dan bumi
Pencipta hidup dan mati
Apakah kau anggap ini tiada arti?
Tak takutkah dirimu akan datangnya hari itu
Hari dimana mulut-mulut terkunci
Hari dimana kaki tangan menjadi saksi
Akan setiap dosa yang terbalut dalam diri
Masihkah dirimu tiada perduli?
Semoga kita tidak tergolong jiwa yang dilalaikan dunia :)
Aamiin..
A Letter To Him
Iseng-iseng ikutan lomba menulis di saat liburan "A letter to him" yg diadakan Jawa Pos for Her , untung-untuk klo bisa dimuat n dpt hadiah hehehe :p
check it out..
Ponorogo, 24 Januari 2011
Untuk lelaki yang dari tulang rusuknyalah aku diciptakan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa pun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.
Wahai pemuda yang namanya telah tertulis di Lauh Mahfuz sebelum nafas pertamaku berhembus,bagaimana kabarmu disana? Masih bersiapkah kau untuk menjemput diriku suatu hari kelak? Aku tak tahu dimana dirimu berada sekarang. Namun aku yakin Tuhan sedang mempersiapkanmu untuk waktu terindah nanti. Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, dalam masa penantian ini aku mempersiapkan diriku yang terbaik untukmu itulah bukti cintaku padamu. Bagaimana dengan dirimu disana? Tak ada yang menjamin memang kau akan setia padaku, tapi aku yakin dengan janji Tuhan bahwa perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik pula.
Wassalam..
Jilbab Pertamaku.... ^^
liburan yg super panjang ini hampir sepanjang hari aku habiskan di rumah. hoho
iseng-iseng lihat-lihat lagi koleksi bukuq sejak SMP, trnyata aq punya lumayan banyak juga.
nah mataq tertuju ke salah satu buku yang cukup bersejarah buatku,
"jilbab pertamaku" karya asma nadia ini adalah buku yang berhasil memantapkan niatq untuk mulai berjilbab sekitar 3 tahun yang lalu.
buku ini berisi kisah-kisah pengalaman pertama berjilbab 12 orang penulis. bukunya ringan kok, gak berisi ayat-ayat berat yang terkesan menggurui.
namun berisi kisah-kisah yang seru,unik,lucu,haru,dan sarat makna yang bakalan nambah manteb hati temen-temen.
daripada ni buku cuma numpuk doank di rumahq, aq mw berbagi isinya sama temen-temen mudah-mudahan bisa menginspirasi dan bermanfaat juga ^_^
kalimat-kalimat dibawah ini aku kutip dari buku tersebut
REASONS !
Berapa banyak alasan yang kamu perlukan untuk mengenakan kain segi empat menutupi kepala?
- Duh, banyak banget. soalnya seisi keluarga : nyokap, bokap, kakap (eh ini mah ikan ya! hehehe), abang, kakak, adek, encang, encing, dan keluarga besar lain pasti bakal nanya semua. pake jilbab kenapa, sih?
- cukup satu alasan aja. tapi yang bisa diterima sama logika gue.
tapi yg pengen saya kutak-katik sebetulnya, kenapa sih meski tahu itu wajib, banyak kaum hawa yang masih aja ragu untuk mengenakan jilbab?
dari obrolan-obrolan tersebut saya coba menemukan beberapa alasan keberatan.
"ortu gak ngijinin,mbak!"
"sebetulnya boleh, keluarga dukung banget, mbak. soalnya mereka juga besar di pesantren. tapi kok aku yang belum berani bikin perubahan drastis begitu!"
"duh, teman-teman mainku macem-macem mbak. nanti dikira sok alim lagi!"
"buat gue make sih gampang, tapi pertahaninnya itu yang gue belum yakin. abiz make terus dilepas lagi.... sama aja bohong!"
"eh... ng... anu... eh.. panas gak sih? takutnya pas gerah aku lupa terus malah buka lagi, hehehehe."
"tau sih itu wajib, harus, aturannya jelas di quran. tapi gimana, hatiku kok ndak mantep-mantep, ya?"
"gue sih simpel aja. jilbab mungkin works buat orang lain, tapi gak di gue. gak mantes. kesannya kepala jadi kaya jarum pentul, gitu lho."
hayoo... pasti paling gak pernah berhadapan dengan satu dari alasan di atas, ya kan? manusiawi banget koq sebetulnya, apalagi kalo alasan itu dikemukakan dengan jujur. bukan sekedar kilah.
Hati kami tak sekuat mutiara
wahai ikhwan penegak tiang dakwah
tahukah kalian, kami yang disebut seindah-indahnya perhiasan dunia terkadang merasa tak pantas
bahkan tahukah kalian hati kami tak sekuat mutiara indah itu
kami hanya manusia biasa yang masih harus selalu belajar untuk istiqomah di jalanNYA
jangan kalian goyahkan komitmen kami dengan perhatian membuncah kalian
hati kami tak kuat menerima kata-kata manis kalian
kata-kata manis yang mengundang semut dan menggerogoti hati kami
wahai ikhwan.......
entah apa maksud kalian sebenarnya, namun hati kami sangat mudah untuk tergerak, kami mudah sekali untuk besar kepala
awalnya kami tak ada getaran untuk kalian,namun tahukah kalian akibat rayuan-rayuan kalian
kami mulai berfikir adakah yang salah dengan hijab kami, kami merasa gagal menutup akses dari kalian
tahukah kalian, kami hanya manusia biasa yang mempunyai fitrah untuk mencinta
tak bisa dipungkiri kesholehan kalian mempunyai aura yang menarik mata hati kami
tapi kami sadar, saat ini belum waktu yang tepat
hanya menyimpannya rapat-rapat dalam hati yang bisa kami lakukan
hanya mencintai dalam diam solusi terbaik kami sampai waktu yang tak tentu
ingin rasanya kisah kami laksana fatimah dan ali,
yang mampu menyimpan perasaannya hingga setan pun tak tahu
hanya Allah dan mereka yang tahu hingga cinta dalam diamnya tak lagi diam di saat yang tepat
ah, tapi siapakah kami, iman kami tak sekuat fatimah
setan senantiasa berhasil membaca dan menggoda hati kami, sekuat apapaun kami berusaha menyimpannya





